Cinta sejati di pulau batam
Benih cinta
mentari sore mulai dijemput dengan remang remang senja kami berdua terus larut dibuai angin laut samudra hindia dan ombak pun seolah ikut terbuai dengan suasana di senja itu, langit pun tidak tinggal diam diapun ikut menyirami benih cinta kami yang baru tumbuh, rahmah mulai menggenggam tanganku dengan begitu erat nya seolah dia menaruh seluruh harapan hidup nya didalam genggaman ku. Air matanya pun mulai membasahi kedua pipi merah nya seolah dia tak kuasa menyimpan perasaan bahagia nya dengan rajutan cita dan cinta yang baru tumbuh. Mulut nya mulai bergumam '' sayang apa benar abg siap terima rahma apa adanya...?? '' aku pun menjawab sambil memegang kedua pipinya '' ia sayang, abg siap terima rahma apa adanya, dan abg akan menjaga rahma sampai akhir hayat. Dan dia pun terus menatap bola mataku begitu dalam seolah dia ingin merangkul tubuhku. Malam pun semakin larut kami pun berpisah dengan sejuta harapan dan impian.
Hari demi hari pun kami lewati dengan penuh rasa kasih sayang, yang mula nya hanya karna rasa iba terhadap apa yang dia lalui dalam hidup kini tanpa kusadari rasa itu pun berobah menjadi perasaan cinta seperti yang dialami adam kepada hawa dan yang dialami yusuf kepada zulaikha dan yang dialami muhammad kepada khadijah. Sikap manja nya membuat diriku tak bisa jauh dari nya dan sikap polos nya membuat diriku tak ingin kehilangan dia. walaupun pada akhir nya kusadari diriku ini makhluk yang lemah jadi mana mungkin aku selalu bisa menjaganya maka aku menititipkan nya didalam setiap doaku kepada allah sang pemilik segala cinta.
Rasa cinta itupun ibarat bius yang bisa menghilangkan rasa sakit didalam jiwa ku karna pernah terpuruk untuk bangkit mengejar cita bersama dia.
Sampai akhirnya diapun memintaku untuk datang menemui ibunya untuk melamar nya menjadi istriku.
Bersambung......!!!
Rasa cinta itupun ibarat bius yang bisa menghilangkan rasa sakit didalam jiwa ku karna pernah terpuruk untuk bangkit mengejar cita bersama dia.
Sampai akhirnya diapun memintaku untuk datang menemui ibunya untuk melamar nya menjadi istriku.
Bersambung......!!!
No comments:
Post a Comment