Aku insan yang lemah
Karena rasa cinta yang allah pertaruhkan didalam lubuk hatiku maka aku ingin sekali supaya orang orang yang dekat dengan ku selamat di akhir hayat termasuk mertuaku. Sudah tiga bulan berlalu setiap selesai shalat magrib aku terus mengajar ilmu agama kepada mertuaku tanpa mengharap apapun kecuali mengharapkan allah memberikan paham kepada mertuaku supaya ber i'tiqad yang benar kepada allah swt. Karena disaat besar nya wujud makhluk didalam hati kita itulah yang membuat tidak selamat nya iman di akhir hayat, dan itu pulalah yang membuat terhijab kita dengan allah. di awal nya beliau begitu senang karena beliau tidak susah payah lagi untuk pergi kemajelis taklim karena dirumah nya sendiri sudah ada pengajian setiap malam. Dan aku pun meng urungkan niatku untuk berdakwah diluar demi orang2 yang dekat dengan ku. Terkadang aku lupa akan waktu karna larut dan asyik dengan menerangkan surahan kitab sirrussalikin dan tanwirul anwar kepada mertuaku sampai beliau paham akan yang dimaksud didalam kitab itu Seala kadar pengetahuan ilmu yang allah berikan kepadaku.
Tetapi siapa sangka ...???
Seperti pepatah dibalik rencana kita ada rencana allah, disaat tiba nya pengajian sampai pada masalah wajib bagi seseorang mukmin untuk membuang segala macam wujud didalam hati nya kecuali wujud allah. Dan mengembalikan wujud dirinya atau keakuan dirinya kepada allah seperti ucapan kita didalam shalat sebelum membaca surat alfatihah, ''sesungguh nya shalat ku ibadahku hidupku dan matiku milikmu tuhan sekalian alam'' . Yang mulanya mertuaku tadi begitu sayang kepadaku berubah menjadi rasa benci karena aku menasehatinya supaya membuang wujud anak didalam hati, akhir nya tibalah pada suatu malam aku terpaksa meninggalkan orang orang yang aku sayang dengan meneteskan air mata. Malam itu aku teringat akan cerita rasulullah dengan abu thalib yaitu paman nya padahal rasulullah begitu sayang dengan paman nya abu thalib tetapi abu thalib sendiri menghembuskan napas terakhir tidak dalam keadaan beriman. Sadarlah aku bahwa aku tidak berdaya menyelamatkan orang orang yang dekat dengan ku. Aku hanya menyampaikan sebatas yang saya ketahui.
Dan pada akhir nya hanya doa yang bisa kupanjatkan kepada tuhan semoga dia kembali dalam keadaan husnul khatimah, tidak lama setelah itu dia pun kembali kepada allah. Semoga dari cerita singkat ini kita bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Dan sampai saat ini rasa sayang kepada mertuaku tetap masih terpatri didalam dada yang akan kubawa didalam setiap doaku.
No comments:
Post a Comment